21 Maret 2012
“Sesungguhnya setan tidak memiliki pintu masuk ke dalam dada manusia selain dari pintu nafsu. Setan senantiasa mengintai manusia, kiranya dari arah mana ia bisa masuk, lalu merusak hati serta amalan hamba tersebut. Namun setan tidak mendapati pintu masuk dan tidak pula ia dapati jalan menuju ke sana selain dari nafsunya. Lalu setan pun ikut dalam arus nafsu tersebut sebagaimana ikut larutnya racun dalam aliran darah di setiap urat-urat”. (Roudhotul muhibbin wanuzhatul musytaqin, Ibnu Qoyim al-Jauziayah, Darul kutub al-ilmiyah, 1412 H, hlm. 474)
21 Maret 2012
“Hati-hatilah kalian dari hal meremehkan dosa-dosa. Sungguh, permisalannya ialah seperti suatu kaum yang mendatangi suatu tempat lalu ia ambil sedahan kayu darinya, dan datang ke tempat lainnya dan ia juga mengambil sedahan kayu darinya, lalu ia datang lagi ke tempat lainnya dan ia juga mengambil sedahan kayu saja darinya. Lalu tak ia sangka ia telah mengumpulkan kayu bakar yang banyak sekali yang mampu mengobarkan api yang menjilat-jilat” (Musnad Ahmad, 6/367(3817)
21 Maret 2012
Disebutkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu anhu, dia mengatakan: “Pada suatu hari aku pernah keluar bersama Umar bin Khoththob radhiyallahu anhu samapi kami memasuki sebuah tembok sebuah bangunan. Maka tatkala antara aku dengan beliau terpisahkan oleh tembok, sedangkan beliau di dalam tembok bangunan, di saat itulah aku mendengar beliau mengatakan: “Umar bin Khoththob adalah amirul mukminin. Bakh, bkah (aku tak mau mengatakannya, sebab ini kesombongan, ini ujub, ini adalah kesenangan yang tidak benar). Demi Alloh, wahai Ibnu Khoththob, kamu mau bertaqwa kepada Alloh atau Dia benar-benar akan mengadzabmu”. (Muhasabatun Nafs 1/15)
20 Maret 2012
Imam Muslim dalam Shahihnya membawa sebuah atsar dari Yahya bin Abi Katsir,
“Tidaklah didapatkan ilmu dengan jasad yang santai.”
Maka ini seolah-olah menjadi sebuah kaidah bahwa barangsiapa yang menginginkan untuk Allah Azza wajalla memberikan kepadanya ilmu agama hendaknya ia tidak bersantai diri, karena semua membutuhkan perjuangan.
20 Maret 2012
Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah shollahu’alaihiwasallam bersabda, “Wahai sekalian manusia bertakwalah kalian kepada Allah dan carilah rezeki dengan baik. Sesungguhnya tidak ada jiwa yang mati kecuali sesudah menghabiskan jatah rezekinya. Meskipun rezeki tersebut tidak kunjung datang, hendaklah kalian tetap bertakwa kepada Allah dan mencari rezeki dengan baik. Ambillah yang halal dan tinggalkanlah yang haram.” (HR. Ibnu Majah, Shahih, lihat Al-Wajiz fi Fiqh Sunnah wal Kitab Al-Aziz hal. 330)